Yuk Usaha Rumahan Ibu Rumah Tangga daripada Ngutang

Yuk Usaha Rumahan Ibu Rumah Tangga daripada Ngutang

Siapa sih yang belum pernah mengalami berhutang, walaupun jumlahnya sangat kecil? Misalnya sedang pergi ke pasar ternyata dompet ketinggalan, terpaksa deh hutang dulu. Mau beli sesuatu uangnya jatuh di jalan, ya sudah hutang juga. Atau pergi makan dengan teman ternyata yang jual tidak punya uang kembali, hutang lagi pasti… Hutang sekali dua kali dalam jumlah kecil karena kepepet sih biasa. Yang bahaya itu tidak punya uang tapi sering hutang sembarangan.

Bagi yang muslim ingat ya, “Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan menanggung hutang satu Dinar atau satu Dirham, maka dibayarilah (dengan diambilkan) dari kebaikannya; karena di sana tidak ada lagi Dinar dan tidak (pula) Dirham.” – H.R. Ibnu Majah II/807 no: 2414

Nah lho… Iya kalau selama hidup kita banyakan berbuat baik. Kalau sebaliknya? Bisa-bisa kebaikan kita selama hidup tidak akan cukup untuk membayar hutang kita nanti! Makanya, kenali situasi rawan yang sering menghasilkan banyak penghutang dan penagih hutang baru. Simak pada posting se!anjutnya, ya!

awas-utangKali ini saya akan membahas waktu-waktu rawan untuk berhutang. Sebagai orangtua tentunya Anda sudah paham bahwa banyak sekali kebutuhan sehari-hari yang jumlahnya tidak kecil, dan harus dipenuhi sesegera mungkin. Banyak orangtua cerdas yang pandai menyiasati supaya tidak usah pinjam, tetapi tidak sedikit lho yang lebih suka menyelesaikan problem keuangan dengan berhutang. Contoh kasus:

Pertama, Mendaftarkan Anak ke Sekolah Baru

Buah hati kini sudah semakin besar, sudah saatnya si sulung masuk SMA, si tengah masuk SMP, dan si bungsu masuk SD. Semuanya harus mendaftar pada waktu yang bersamaan. Masuk sekolah kan tidak gratis, apalagi sekolah swasta yang bagus. Walaupun sudah menabung bertahun-tahun, tapi ketika tiba masanya anak masuk ke sekolah baru, isi rekening ludes bahkan tidak cukup. Jadi tahun ajaran baru adalah salah satu waktu yang sangat rawan untuk berhutang.

Kedua, Menjelang Hari Besar Keagamaan

Nah ini yang sedang terjadi saat ini. Memasuki sembilan hari menjelang Idul Fitri, sudah pasti banyak orang yang meningkat kebutuhannya. Persiapan hari H yang begitu total seperti kue-kue lebaran, baju-baju baru, parcel untuk besan/ mertua dan rekan kerja, tradisi angpao untuk saudara, sampai berbagai macam hidangan lebaran, tentunya akan menguras kantong dan THR Anda. Ujung-ujungnya, hutang lagi, hutang lagi deh.

Ketiga, Merencanakan Pernikahan

jangan utang di pernikahanPesta pernikahan itu biayanya tidaklah sedikit. Bahkan yang bermaksud untuk menyelenggarakan pernikahan sederhana pun biayanya bisa mencapai puluhan juta. Apalagi yang punya kenalan banyak, otomatis jumlah undangan membengkak. Belum lagi sewa tempat, sewa katering, sewa fotografer, sewa baju, dan sewa-sewa yang lainnya. Setelah pernikahan bukannya tenang tapi bisa-bisa malah stres memikirkan hutang yang menumpuk di sana sini.

Keempat, Melahirkan Anak

Kalau mau punya anak, harus yakin bisa membiayainya. Rumah sakit untuk bersalin itu butuh biaya, popok dan susu juga butuh biaya. Apalagi kalau Anda ngantor, jasa babysitter juga tidak murah. Masa iya mau minta sokongan dari orangtua. Akhirnya ngutang sajalah…

Daripada Ngutang, Yuk Usaha Rumahan Ibu Rumah Tangga

moment bisnis rumahanSemua itu tidak akan tejadi kalau Anda punya penghasilan yang cukup, bahkan berlebih. Solusinya ya menjalankan bisnis Moment yang bisa dijadikan usaha rumahan ibu rumah tangga. Tidak ada lagi waktu rawan berhutang.

Sebab setiap harinya bisa gajian sampai DUA BELAS JUTA lebih, dan itu semuanya beneran uang langsung masuk ke rekening bank. Join di Moment itu senang, bisa bebas hutang dan merdeka secara finansial!

 

Ellyana
5ECDDDB0 / 0812 1550 0444

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *