Ibu Rumah Tangga Tidak Perlu Bekerja, Benarkah?

Ibu Rumah Tangga Tidak Perlu Bekerja, Benarkah?

Banyak alasan yang dikemukakan oleh orang-orang yang menentang wanita untuk bekerja, terutama bila wanita tersebut sudah menikah. Di daerah perkotaan, memang sudah biasa bila kita melihat wanita bekerja, namun di tempat-tempat lain banyak laki-laki yang tak menginginkan istrinya ikut mencari nafkah dengan berbagai macam alasan. Nah, kali ini kita akan membahas apakah benar wanita tidak perlu bekerja karena alasan-alasan berikut.

ibu-rumah-tangga-3Pertama, Istri Bekerja Malah Membuat Utang Bertambah

Ada sebuah survey yang menyatakan bahwa “para istri mengaku justru dengan bekerja, utang keluarga malah semakin bertambah. Sementara niat awal bekerja adalah supaya utang suami dapat dilunasi”. Apakah masuk akal seseorang yang bekerja malah mengeluarkan lebih banyak daripada yang ia dapatkan? Jika kita telusuri lebih mendalam, bisa saja hal itu terjadi karena jenis pekerjaan yang dipilih memang tidak menghasilkan banyak keuntungan. Gaji kecil, tapi banyak kebutuhan seperti uang transportasi, uang makan siang, uang seragam, dan sebagainya. Dengan keadaan yang demikian, wajar saja jika “lebih besar pasak daripada tiang”. Bahkan tidak hanya wanita, laki-laki yang bekerja dengan model seperti itu pun tidak akan mendapatkan keuntungan selain capek-capek, stres, dan segunung utang.

Kedua, Meningkatkan Angka Kejahatan terhadap Wanita

ibu-rumah-tangga-2Memang tidak menutup kemungkinan bahwa wanita yang memiliki rutinitas-tetap pergi dan pulang kantor menggunakan kendaraan umum akan menjadi korban suatu kejahatan. Waktu berangkat dan kembali yang setiap harinya selalu sama, akan mudah diingat oleh orang-orang yang memiliki niat kurang baik. Apalagi jika si wanita pulang kerja pada malam hari. Fisik dan pikiran sudah lelah sehingga kewaspadaan akan menurun. Akibatnya, ia menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan. Memang benar, tapi itu hanya akan terjadi pada Anda yang bekerja di luar rumah. Akan lain ceritanya jika Anda bekerja di rumah sendiri. Mau Anda kerja pagi, siang, sore, ataupun malam, tidak ada orang jahat yang sengaja mengincar Anda.

Ketiga, Wanita yang Bekerja akan Kehilangan Waktu Bersama Keluarga

Cukup masuk akal. Wanita karir yang bekerja kurang lebih sepuluh jam sehari memang tidak akan banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Karena alasan inilah banyak karyawan wanita yang resign setelah menikah walaupun gajinya terbilang lumayan untuk ukuran pegawai kantoran. Bagaimana mau membina rumah tangga yang baik jika sehari hanya bertemu suami dan anak-anak selama beberapa jam, dalam keadaan kuyu kelelahan sehabis kerja. Urusan rumah tangga memang bisa diserahkan ke asisten, tapi kebersamaan dengan keluarga jelas tak tergantikan. Mau gaji Anda besar, tapi kalau keluarga tak pernah mendapat perhatian, maka percuma saja.

ibu-rumah-tangga-1Memang sudah takdirnya wanita yang menikah itu jadi ibu rumah tangga. Tapi bukan berarti tak ada pekerjaan yang tak bisa dilakukan selagi Anda berperan sebagai ibu rumah tangga yang baik. Saya adalah ibu rumah tangga, tapi saya juga pengusaha. Bisnis yang saya jalankan adalah Moment, bisnis rumahan yang cocok untuk ibu rumah tangga. Saya bisa tetap di rumah mengurus keluarga sambil digaji jutaan per hari. Menjadi ibu rumah tangga itu tidak berarti hanya mengandalkan suami. Kita bisa juga bekerja, asal tahu caranya.

Ellyana
081 215 500 444
5ECDDDB0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *